Arusmahakam.id, Tenggarong – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kutai Kartanegara secara resmi melantik Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Tenggarong Seberang serta Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) masa khidmat 2025–2030, Sabtu (14/2/2026) malam.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Pondok Pesantren Nurul Islam dan dihadiri lebih dari seribu jama’ah dari berbagai desa di Kecamatan Tenggarong Seberang.
Pelantikan MWCNU dan PRNU dipimpin oleh Abu Maimun selaku Wakil Rais Syuriyah PCNU Kukar. Pembacaan bai’at diikuti seluruh pengurus yang dilantik, menandai dimulainya amanah khidmat lima tahun ke depan.
Ketua PCNU Kukar, Muhammad Askin, menjelaskan bahwa pelantikan dilakukan oleh Wakil Rais Syuriyah karena Rais Syuriyah berhalangan hadir.
“Ini sudah sesuai Peraturan Perkumpulan Nahdlatul Ulama (Perkum NU), bahwa yang melantik adalah jajaran Syuriyah, karena Syuriyah merupakan pimpinan tertinggi dalam struktur NU,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, sebanyak 9 Ranting NU turut dilantik, yakni dari Desa Bhuana Jaya, Bukit Pariaman, Kerta Buana, Bangun Rejo, Karang Tunggal, Manunggal Jaya, Bukit Raya, Sukamaju, dan Mulawarman.
“Kami berharap pelantikan ini menjadi energi baru bagi ranting-ranting NU agar terus aktif berkhidmat, menjaga dan merawat ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah di desa masing-masing,” ujar Kyai Askin.
Sementara itu, Camat Tenggarong Seberang, Sukono, menyampaikan apresiasi dan kesiapan pemerintah kecamatan untuk bersinergi dengan NU.
“Saya baru beberapa hari menjabat sebagai Camat Tenggarong Seberang. Ke depan kami siap berkolaborasi dengan MWCNU dan Ranting NU, terlebih menjelang bulan Ramadan. Saya siap hadir dalam agenda safari Ramadan,” katanya.
Ia menegaskan, peran ulama sangat penting dalam mendukung program pemerintah. Tanpa ulama, program hanya menyentuh aspek fisik, namun dengan kehadiran ulama, program mendapatkan nilai spiritual dan dukungan sosial masyarakat.
Ketua MWCNU Tenggarong Seberang, Nur Habib, menambahkan bahwa pelantikan ini dirangkai dengan peringatan Hari Lahir NU satu abad versi Miladiyah yang diisi dengan istighotsah kubro.
Istighotsah dipimpin oleh Abd. Hanan selaku pengasuh Ponpes Nurul Islam dan Ketua MUI Kukar, sedangkan tausiyah disampaikan oleh Muhammad Rasyid.
“Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama pengurus ranting dan jama’ah NU Tenggarong Seberang. Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan dan kontribusi semua pihak,” ungkap Nur Habib.
Ia juga menjelaskan alasan pemilihan lokasi pelantikan.
“Sengaja kami memilih Pondok Pesantren Nurul Islam karena ini adalah milik MWCNU Tenggarong Seberang. Tempat ini menjadi basis sekaligus bagian dari sejarah kesuksesan MWCNU Tenggarong Seberang,” pungkasnya.